UAS Etika Bisnis Mi/Wp 1/5
Pesawat adalah salah satu transportasi masal yang menjadi pilihan utama dalam perjalanan jauh. Dengan kapasitas penumpang yang bisa menampung 200 orang pesawat selalu menjadi pilihan terbaik bagi para calon penumpang.
Pesawat juga salah satu transportasi yang paling aman untuk digunakan, karena saat pesawat ingin take off banyak sekali standarisasi-stndarisasi yang harus dipenuhi. Mulai dari pengecekan body pesawat, mesin pesawat, bahan bakar pesawat yang harus tepat, kondisi rangka pessawat, bahkan sampai sumber daya manusianya pun tidak luput dari pengecekan.
Teori Utilitarian pesawat jenis Boeing max 737 baru dibeli dan dikomersilkan oleh maskapai Lion Air dan umur pesawatnya pun baru sekitar 2 bulan dengan jam penerbagan yang hanya baru 300 jam, pesawat yang baru ini menjadi keuntungan bagi para calon penumpang karena kondisi yang masih prima, baru dan fresh yang membuat para calon penumpang lebih merasa aman dan nyaman jika menupang dipesawat ini, tetapi karena masalah teknis maka terjadilah kecelakaan yang mengakibatkan ratusan korban jiwa yang bahkan sebagian belum ditemukan keberadaannya.
Teori Kantian pesawat Boeing max 737 jika dilihat dari kondisi fisik pesawat, pesawat tersebut layak untuk terbang/take off tetapi karena terjadi permasalahan teknis dari penerbangan sebelumnya yaitu denpasar - cengkareng terjadi permasalahan pada ALT ( pengukur tinggi rendahnya psawat) dan kru pesawat tetap melanjutkan penerbangan ke pangkal pinang, kru pesawat tidak menghiraukan kesalahan pada ALT dan tetap melanjutkan penerbangan.
Moral kecelakaan pesawat Boeing max 737 merugikan banyak pihak bukan hanya kecelakaan pada pesawat saja tetapi semua kecelakaan pun merugikan banyak pihak, ganti rugi untuk para keluarga korban kecelakaan pesawat Boeing max 737 sudah cukup jika kita melihat dari sudut padang materi, tetapi jika dilihat dari sudut pandang para keluarga korban mereka tidak membutuhkan materi tetapi menginginkan para korban kecelakaan masih dalam keadaan hidup, tetapi maskapai hanya sebuah lembaga/badan dan maskapai bukan tuhan, ganti rugi bersifat materi hanya mengganti biaya perjalanan dan akumulasi jumlah pendapatan para korban dari tahun yang ditentuka.
Pelanggaran yang dilakukan oleh maskapai Lion Air adalah karena permasalahan teknis pada ALT (pengukur ketinggian) pada penerbangan sebelumnya yaitu denpasar - cengkareng sudah terjadi permasalahan dalam ALT tersebut tetapi kru tetap meneruskan penerbangan dan mendarat aman di cengkareng dan ke esokan paginya pesawat melayani rute penerbangan jakarta - pangkal pinang.
Solusi:
sebelum pesawat terbang/take off para kru yang bertugas memeriksa keadaan pesawat selalu memeriksa keadaan pesawat sesuai dengan prosedur yang ditentukan, jika terjadi kesalahan dalam kondisi pesawat, para kru langsung melaporkan kepada pihak terkait tentang kesalahan yang terjadi pada pesawat, dan para kru hanya memastikan kondisi pesawat bukan kondisi alam yang tiba-tiba berubah.
